Jumat, 18 Oktober 2013

Mata Uang Yen Kembali Melemah Terhadap Dollar

Pada perdagangan forex hari ini mata uang yen mengalami pergerakan yang sempat melemah terhadap dollar AS. Yen rebound setelah sempat mencapai posisi paling rendah dalam tiga minggu terhadap dollar AS. Pola pergerakan melemah yen di awal sesi perdagangan hari ini terjadi setelah adanya kesepakatan untuk mengakhiri kemelut fiskal di Amerika Serikat. Para investor tampak kembali memburu asset berisiko tinggi dan meninggalkan asset safe haven.

Para investor kembali memburu asset dengan imbal hasil tinggi setelah ada kabar bahwa para petinggi Senat di Amerika Serikat sudah menandatangani kesepakatan untuk menghindari kebangkrutan. Kesepakatan tersebut berisi penetapan kenaikan batas atas utang di negara tersebut. Kongres AS juga sudah melakukan pengambilan suara dan memutuskan untuk meloloskan kenaikan batas utang tersebut.

Sementara itu berita forex pada perdagangan di Asia hari ini nilai tukar yen tampak mengalami koreksi terbatas terhadap dollar AS (18/10). Mata uang Jepang ini kemarin sempat mengalami kenaikan tajam yang merupakan kenaikan harian terbesar dalam empat minggu belakangan. Hari ini yen tampak sedikit terkoreksi karena sebagian besar mata uang lain yang kemarin menguat terhadap dollar juga menghadapi koreksi teknikal.

Yen kemarin menguat tajam terhadap dollar AS dan mencapai posisi paling tinggi dalam seminggu belakangan akibat spekulasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan besaran pembelian obligasi pemerintah untuk menghadang “kerusakan” ekonomi yang diakibatkan oleh penutupan kegiatan pemerintah AS selama 16 hari belakangan. Spekulasi tersebut mengakibatkan dollar mengalami penurunan terhadap rival-rivalnya.

Akan tetapi hari ini yen tampak sedikit mengalami koreksi. Koreksi yang terjadi hari ini bersifat teknikal karena secara umum mata uang dollar masih berada dalam pola melemah.

Yen terpantau berada pada posisi 98.02 per dollar. Posisi mata uang ini mengalami penurunan terbatas dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 97.91 per dollar. Kemarin yen sempat menguat ke level 97.74 per dollar yang merupakan posisi paling tinggi sejak 10 Oktober yang lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar yen terhadap dollar AS masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan. Hari ini diperkirakan mata uang ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 97.80 – 98.30 per dollar.

Senin, 07 Oktober 2013

Pasar Was-was Terhadap Dolar AS

Indeks Dollar AS pada perdagangan minggu ini ( 30 September – 4 Oktober ) secara umum terpantau menunjukkan tren melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Pergerakan indeks Dollar AS setelah dibuka pada kisaran 80.3 di awal minggu perdagangan telah turun sekitar -17 pips atau sekitar -0.21 % dan ditutup pada kisaran 80.13.

Terjadinya perseteruan politik yang menjemukan antara partai Republik dengan kubu Presiden Obama, sampai saat ini belum mencapai kesepakatan sehingga Kongres AS belum dapat mengucurkan dana bagi operasional pemerintahan federal dan layanan publik. Dilaporkan bahwa obyek wisata patung Liberty ditutup bagi wisatawan karena tidak beroperasi sebagai dampak hal ini.

Selain itu Presiden Obama yang dijadwalkan untuk menghadiri forum KTT APEC di Bali, terpaksa membatalkan rencana kehadirannya sehubungan dengan penutupan operasional pemerintahan AS ini.

Adapun pada perdagangan forex pada minggu mendatang ( 30 September – 4 Oktober ), range normal pergerakan indeks Dollar AS mingguan diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 79.68 lalu kemudian di 79.23 . Sedangkan level resistance pada kisaran 80.51 kemudian pada 80.90.

Sementara itu pada pergerakan forex siang hari ini (Senin, 7 Oktober 2013, 05:18:14 GMT), Dollar AS secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap Franc Swiss setelah dibuka pada 0.9065 di awal perdagangan (00.00 GMT). Kurs mata uang tersebut telah turun sekitar -17 pips atau sekitar -0.18 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 0.9048.

Menjelang laporan dari Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai kinerja penyaluran kredit konsumen di Amerika Serikat, sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator Consumer Credit m/m dapat menunjukkan pertanda yang cukup menggembirakan dan diduga dapat naik ke angka 12.6B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 10.4B.

Kendati demikian, pasar masih menyimak pernyataan Menteri Keuangan AS Jacob J. Lew yang menyampaikan bahwa Kongres AS harus menaikkan limit utang pada 17 Oktober nanti. Jika limit utang tidak dinaikan maka akan terjadi gagal bayar pada utang pemerintah AS. Mata uang Dollar AS terpantau bergerak melemah merespon perkembangan tersebut.

Analisa forex Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs  Dollar AS range normal pergerakan Dollar AS/Swissie pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 0.9005 dan level resistance pada kisaran 0.9110.

Senin, 30 September 2013

Awal Perdagangan Kurs Euro Menguat

Kabar forex tentang nilai Euro pada perdagangan minggu ini (23 -28 September) secara umum terpantau menunjukkan tren melemah terhadap Dollar AS. Perdagangan pasangan mata uang EUR/USD ini setelah dibuka pada kisaran 1.3532 di awal minggu perdagangan telah turun sekitar -10 pips atau sekitar -0.07 % dan ditutup pada kisaran 1.3522.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan pada indikator fundamental Italian Retail Sales m/m yang melemah ke angka -0.3% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -0.2%. Adanya laporan yang kurang menguntungkan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 0.3%.

Pergerakan mata uang Euro hari ini (Senin, 30 September 2013, 03:31:28 GMT) terpantau naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 131.81 di awal perdagangan (00.00 GMT). Kurs mata uang Euro naik sekitar 24 pips atau sekitar 0.18 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 132.05.

Kalender ekonomi menunjukkan bahwa Destatis (kantor statistik Jerman) dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai kinerja perdagangan domestik terutama sektor retail di Jerman.

Indikator German Retail Sales m/m diharapkan dapat menunjukkan performa yang baik dan menggambarkan adanya peningkatan ke angka 0.9% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -1.4%. Mata uang Euro terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.

Analisa forex Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa rentang normal pergerakan mata uang Euro/Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 132.31 dan level resistance pada kisaran 133.65.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , mata uang Euro berada pola Rising Wedges ditinjau dalam rentang perdagangan di tahun ini (YTD). Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase pertengahan bullish lemah

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa kurs Euro berada pada pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan momentum dan memasuki fase akhir bullish (minor)

Rabu, 25 September 2013

Indeks Kurs Euro Naik Tipis

Berita forex hari ini datang dari perdagangan nilai tukar euro terhadap dollar AS yang mengalami pergerakan sideways dan berada di kisaran terendah dalam seminggu (25/09). Euro masih terjebak dalam pola melemah terhadap dollar karena mata uang ini menerima momentum penguatan. Para pelaku pasar kembali mencari mata uang yang secara tradisional dijadikan safe haven untuk mengurangi risiko di pasar akibat ketidakpastian batas utang, anggaran, dan kelanjutan stimulus moneter di Amerika Serikat.

Kenaikan dollar AS hari ini juga tidak lepas dari harapan membaiknya data ekonomi dari negara tersebut. Nanti malam akan dirilis data pesanan barang durable dan penjualan rumah baru di Amerika Serikat. Kedua data ini diprediksi akan menunjukkan peningkatan dibandingkan rilis data sebelumnya.

Pergerakan indeks Euro hari ini (Rabu, 25 September 2013, 05:38:38 GMT) terpantau naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 109.52 di awal perdagangan (00.00 GMT), Euro naik sekitar 2 pips atau sekitar 0.01 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 109.54.

Kalender ekonomi menunjukkan bahwa GfK dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai iklim sektor konsumsi di negara Jerman. Indikator GfK German Consumer Climate diharapkan dapat menunjukkan performa yang baik dan menggambarkan adanya peningkatan ke angka 7.1 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 6.9. Mata uang Euro terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.

Analisa forex Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental harian mata uang Euro bahwa range normal indeks kurs Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 109.35 dan level resistance pada kisaran 109.84.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , indeks kurs Euro berada pola ascending triangle dan cenderung konsolidatif sepanjang tahun ini. Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase akhir bullish lemah.

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks kurs Euro telah membentuk break out dari pattern Channelling Down. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan momentum dan memasuki fase akhir bullish minor.

Senin, 16 September 2013

Dampak Dari Pullback, Kenaikan Euro Melambat

Pada sesi perdagangan forex hari ini nilai tukar euro tampak masih berada dalam pola yang cenderung menguat (11/09). Selama empat hari berturut-turut euro mengalami kenaikan dan hari ini juga seudah sempat mencapai posisi paling tinggi dalam nyaris dua minggu belakangan terhadap dollar AS.

Kenaikan nilai tukar mata uang dari 17 negara di Eropa tersebut disebabkan oleh kabar bahwa Suriah mulai melunak dan akan mempertimbangkan untuk menyerahkan senjata kimianya untuk menghindari aksi militer dari AS dan sekutunya.

Berkurangnya potensi konflik bersenjata di Suriah membuat para pelaku pasar kembali menghentikan permintaan terhadap mata uang safe haven. Para investor mulai mengincar mata uang yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Hari ini euro ditransaksikan pada posisi 1.3263 per dollar AS. Nilai tukar euro tampak turun tipis saja sebesar 3 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Nilai tukar euro pada perdagangan pagi tadi sempat mengalami kenaikan hingga mencapai posisi 1.3282 dollar, tertinggi sejak tanggal 29 Agustus 2013.

Setelah pada perdagangan kemarin bergerak naik kurs Euro pada hari ini (Rabu, 11 September 2013, 11:08:23 GMT) berbalik melemah terhadap mata uang utama lainnya. Dibuka pada 109.24 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah melemah sekitar -19 pips atau sekitar -0.17 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 109.05.

Sentimen negatif terhadap indeks Euro nampak menguat setelah German Bundesbank (bank sentral Jerman) mengumumkan kepada publik terdapat kenaikan pada rerata yield obligasi pemerintah Jerman dengan tenor 10 tahun, yang dilelang hari ini. Kenaikan yield ini menunjukan sinyal meningkatnya persepsi resiko pada ekonomi Jerman, di mata investor.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental ekonomi German 10-y Bond Auction ke angka 2.06 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 1.80. Sedangkan bid-to-cover ratio dilaporkan masih berada tetap di angka 1.3, sama seperti nilai pada periode sebelumnya.

Analisa forex Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs bahwa range normal pergerakan indeks Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 108.77 dan level resistance pada kisaran 109.48.

Kamis, 29 Agustus 2013

Euro Makin Turun Terhadap Dolar AS

Euro Merosot Hadapi Dollar ASEuro hari ini (Kamis, 29 Agustus 2013, 04:44:45 GMT) terpantau turun terhadap mata uang utama lainnya Yen Jepang. Cross rate EURJPY dibuka pada kisaran 130.28 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut melemah sekitar -11 pips atau sekitar -0.08 % dan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 130.17.

Menjelang laporan dari Destatis (kantor statistik Jerman) yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai kinerja sektor konsumsi di negara ini, Euro bergerak lesu. Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator German Prelim CPI m/m dapat menunjukkan sinyal kurang menggembirakan dan dapat turun ke angka 0.2% dari nilai periode sebelumnya yaitu 0.5%. Euro terpantau bergerak negatif merespon dini perkembangan tersebut.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , mata uang Euro berada pola Rising Wedges ditinjau dalam rentang perdagangan di tahun ini (YTD). Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase pertengahan bullish lemah.

Sementara pada pergerakan forex sesi Eropa siang hari ini (Kamis, 29 Agustus 2013, 09:02:23 GMT), Euro secara umum menunjukkan pergerakan turun terhadap Dollar AS setelah dibuka pada 1.3393 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah turun sekitar -54 pips atau sekitar -0.40 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 1.3339.

Sentimen negatif terhadap Euro nampak menguat setelah Destatis (kantor statistik Jerman) melaporkan kepada publik bahwa terjadi sinyal yang tidak terlalu menyenangkan pada sektor tenaga kerja di negara ini.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya penurunan pada indikator fundamental German Unemployment Change yang naik 7K dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -7K. Adanya laporan yang kurang menguntungkan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruj dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka -5K. Mata uang Euro terpantau bergerak turun cukup tajam merespon perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal pergerakan Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.3346 dan level resistance pada kisaran 1.3422.

Kamis, 01 Agustus 2013

Forex Harian, Sterling Rebound Naik

Forex Harian, Sterling Rebound NaikPada perdagangan forex hari ini mata uang poundsterling terpantau kembali mengalami penurunan terhadap dollar AS (01/08). Poundsterling melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS untuk empat hari berturut-turut. Kemarin mata uang ini sempat anjlok ke posisi paling rendah dalam dua minggu belakangan.

Dollar mengalami pergerakan menguat setelah FOMC menyatakan bahwa inflasi yang terus-menerus rendah berpotensi untuk menghambat pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut akan mengakibatkan bahwa stimulus moneter oleh Fed akan terus dipertahankan.

Pasar juga tampak sedang mengalihkan fokusnya ke Inggris hari ini. Nanti malam bank sentral Inggris dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneter dan suku bunga acuan untuk bulan Agustus ini.

Sementara itu pergerakan Poundsterling Inggris hari ini (Kamis, 1 Agustus 2013, 05:12:21 GMT) terpantau naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama Yen Jepang setelah dibuka pada 148.81 di awal perdagangan (00.00 GMT). Pada cross rate GBPJPY Poundsterling Inggris naik sekitar + 20 pips atau sekitar + 0.13 % dan nilai bergulir terpantau berada pada 149.01.

Kalender ekonomi menunjukkan bahwa Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai kinerja sektor manufaktur Inggris di bulan Juli yang diharapakan dapat memberikan sinyal positif terhadap pasar.

Indikator Manufacturing PMI diduga dapat menunjukkan performa yang baik dan menggambarkan adanya peningkatan ke angka 52.8 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 52.5. Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal GBPJPY pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 147.75 dan level resistance pada kisaran 150.38.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair GBPJPY ini berada descending triangle dalam triwulan terakhir. Indikator-indikator teknikal menunjukkan perlambatan momentum dan memasuki fase konsolidasi setelah berakhirnya fase bullish.

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair GBPJPY ini telah bergerak keluar (support breakdown) dari pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase konsolidasi dan nampak berada pada pertengahan pola bullish.