Senin, 02 Desember 2013

Yen Melemah, Masih Dalam Tekanan Dollar

Berita forex mengenai nilai tukar yen Jepang tampak mengalami rebound yang cukup wajar pada perdagangan hari ini (02/12). Yen menguat setelah pada perdagangan Jumat pekan lalu mata uang Jepang tersebut mengalami penurunan hingga mencapai posisi paling rendah sejak tanggal 23 Mei 2013.

Penguatan yen hari ini juga dipicu oleh posisi dollar yang mulai goyah. Euro dan poundsterling tampak melanjutkan kenaikan terhadap dollar AS mengakibatkan dollar secara umum kehilangan hegemoni.

Hari ini dollar juga terseret melemah akibat data PMI manufaktur China yang membaik lebih dari estimasi. Kenaikan pengeluaran modal di Jepang pada kuartal ketiga turut memberikan dukungan bagi kenaikan yen. Dilaporkan bahwa pengeluaran modal di kuartal ketiga mengalami kenaikan sebesar 1.5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hari ini yen berada pada posisi 102.35 per dollar AS. Posisi yen tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir minggu yang berada di level 102.45 per dollar. Yen sempat menguat ke level tertinggi sejak Mei di 102.62 per dollar AS.

Pada pergerakan forex sesi Eropa siang hari ini (Senin, 2 Desember 2013, 08:08:15 GMT), Yen Jepang secara umum menunjukkan pergerakan melemah terhadap Dollar AS setelah dibuka pada 102.3 di awal perdagangan (00.00 GMT). Pair USDJPY telah naik sekitar 28 pips atau sekitar 0.27 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 102.58. Naiknya pair ini menunjukkan melemahnya Yen terhadap Dollar AS.

Menjelang laporan dari Ministry of Health, Labour and Welfare (Jepang) yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai pendapatan masyarakat Jepang Yan tampak semakin lesu. Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.

Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator Average Cash Earnings y/y dapat menunjukkan pertanda yang kurang menggembirakan dimana dari nilai pada periode sebelumnya menunjukkan -0.2%. Mata uang Yen Jepang terpantau bergerak melemah merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Yen Jepang bahwa range normal Dollar-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 102.16 dan level resistance pada kisaran 102.67.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair USDJPY ini berada pola triangle dan cenderung bergerak konsolidasi. Indikator-indikator teknikal menunjukkan perlambatan momentum dan memasuki fase konsolidasi setelah berakhirnya fase bullish.

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair USDJPY ini bergerak kembali ke pola Channelling Up. Indikator-indikator teknikal USDJPY menunjukkan adanya kenaikan momentum dan memasuki fase tengah pola bullish.

Senin, 25 November 2013

Euro-Dollar Terkoreksi Jelang Rilis Pending Home Sales di Amerika Serikat

Pergerakan indeks Euro pada perdagangan forex hari ini (Senin, 25 November 2013, 03:34:59 GMT) terpantau menunjukkan pergerakan naik . Mata uang tersebut dibuka di kisaran 110.39 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian menguat sekitar 7 pips atau sekitar 0.06 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 110.46.

Kalender ekonomi menunjukkan bahwa GfK dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai iklim konsumen di Jerman. Sejumlah ekonom mengharapkan adanya perkembangan positif pada sektor ini.

Indikator GfK German Consumer Climate diharapkan dapat menunjukkan perkembangan positif dan diduga mengalami kenaikan ke angka 7.1 dari nilai periode lalu yaitu 7.0 . Mata uang Euro terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal indeks mata uang Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 109.87 dan level resistance pada kisaran 110.69.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , indeks kurs Euro berada pola ascending triangle dan cenderung konsolidatif sepanjang tahun ini. Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase akhir bullish lemah.

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa indeks kurs Euro telah membentuk Rising Wedges. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan momentum dan memasuki fase akhir bullish minor.

Sementara itu hari ini mata uang euro terpantau tertahan kenaikannya terhadap dollar AS (25/11). Mata uang tunggal dari 17 negara ini sempat mengalami kenaikan tajam terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat pekan lalu. Posisi euro menanjak naik didorong oleh laporan dari Jerman yang menunjukkan bahwa ekonomi di kawasan euro mengalami momentum pemulihan, menurunkan spekulasi bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Akan tetapi hari ini kenaikan euro tampak terhambat karena dollar AS sendiri juga sedang berada dalam pola menguat jelang rilis data pending home sales nanti malam. Diperkirakan data untuk bulan Oktober tersebut juga akan menunjukkan terjadinya kenaikan sebesar 2.2 persen. Kondisi ini mengakibatkan pergerakan menguat poundsterling agak tertahan pagi hari ini

Hari ini mata uang euro terpantau berada pada posisi 1.3546 dollar AS. Euro sempat mengalami kenaikan hingga mencapai level 1.3560 dollar AS pagi tadi, tertinggi sejak tanggal 20 November lalu. Pada akhir perdagangan pekan lalu euro ditutup pada posisi 1.3558 dollar AS.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar euro terhadap dollar AS hari ini akan bergerak cenderung turun terbatas akibat koreksi teknikal dan juga harapan membaiknya data ekonomi Amerika Serikat. Mata uang tersebut hari ini diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.3510 – 1.3580 dollar AS.

Senin, 18 November 2013

Aussie Rebound Terhadap Dollar AS

Pada perdagangan forex hari ini nilai tukar aussie terpantau masih berpotensi menguat terhadap dollar AS (18/11). Sentimen terhadap dollar kembali melemah dan melanjutkan penurunan mingguan terbesar dalam satu bulan yang terjadi pekan lalu. Data ekonomi Amerika Serikat yang rilis Jumat malam menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masih berisiko sehingga kemungkinan Fed mempertahankan kebijakan stimulusnya masih cukup besar.

Hari ini para investor fokus kepada pernyataan dari Presiden Fed New York William Dudley. Diperkirakan salah satu kolega Janet Yellen di Fed ini akan mendukung pernyataan Yellen minggu lalu mengenai masih dibutuhkannya dukungan stimulus moneter Fed.

Jumat lalu rilis data aktivitas manufaktur di New York menunjukkan terjadinya kontraksi. Indeks manufaktur Empire State melemah menjadi minus 2.2 dari level bulan lalu di 1.5 poin. Indeks ini melemah secara tidak terduga.

Sementara itu dollar Australia pada hari ini (Senin, 18 November 2013, 06:13:14 GMT) bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 0.9361 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar 46 pips atau sekitar 0.49 % dan nilai bergulir terpantau berada di 0.9407.

Terkait dengan hal ini The Conference Board Inc. dijadwalkan akan mengumumkan data terakhir pada indikator umum perekonomian Australia. . Sejumlah ekonom menduga adanya perkembangan yang menggembirakan pada sektor ini.

Indikator fundamental ekonomi CB Leading Index m/m diharapkan dapat meningkat dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -0.2%. Dollar Australia terpantau bergerak naik merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal AUDUSD pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 0.9324 dan level resistance pada kisaran 0.9393.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , mata uang Dollar Australia berada pola reversal berbalik menguat terhadap Dollar AS setelah selama semester I tahun ini mengalami kemerosotan terhadap rivalnya tersebut. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum pada fase pertengahan pola bullish

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa kurs Dollar Australia berada pada posisi Channelling Down. Indikator-indikator teknikal menunjukkan fase tengah pola bullish (minor).

Senin, 11 November 2013

Aussie Naik Tipis, Rebound Dalam Tekanan

Berita forex pada perdagangan di Asia minggu lalu mata uang aussie bergerak naik terbatas terhadap dollar AS. Dorongan positif diterima ausie setelah laporan neraca perdagangan dari China menunjukkan kenaikan surplus yang melampaui estimasi. Akan tetapi pernyataan RBA bahwa aussie sudah berada di level yang terlalu tinggi tampak membatas pergerakan menguat mata uang Australia tersebut.

Sebagai mitra dagang terbesar Australia, rilis data dari China selalu memberikan pengaruh terhadap pergerakan aussie. Hari ini aussie terdorong menguat setelah dilaporkan bahwa ekspor dari China naik sebesar 5.6 persen di bulan Oktober lalu dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ekspor ini mendorong neraca perdagangan mengalami surplus sebesar 31.1 miliar dollar.

Sementara itu RBA telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di Australia untuk tahun 2014 mendatang. Bank sentral juga mengatakan bahwa masih ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan. Kondisi ini membebani pergerakan menguat aussie sehingga tampak tidak terlalu besar.

Pergerakan Dollar Australia pada perdagangan forex hari ini (Senin, 11 November 2013, 08:20:02 GMT) terpantau menunjukkan pergerakan naik . Mata uang tersebut dibuka di kisaran 0.9380 di awal perdagangan (00.00 GMT) kemudian menguat sekitar 3 pips atau sekitar 0.03 % dan nilai bergulir terpantau berada di kisaran 0.9383.

Kalender ekonomi menunjukkan bahwa National Australia Bank Limited (NAB) dijadwalkan untuk mengumumkan kepada publik, data terkini mengenai sektor bisnis di negara ini. Data ini diharapkan masih akan menunjukkan kinerja yang cukup baik. Indikator NAB Business Confidence diharapkan dapat menunjukkan perkembangan positif dari nilai periode lalu yaitu 12. Mata uang Dollar Australia terpantau bergerak menguat merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Dollar AS bahwa range normal Dollar Australia pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 0.9314 dan level resistance pada kisaran 0.9493.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , mata uang Dollar Australia berada pola reversal berbalik menguat terhadap Dollar AS setelah selama semester I tahun ini mengalami kemerosotan terhadap rivalnya tersebut. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum pada fase pertengahan pola bullish

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa kurs Dollar Australia berada pada posisi Channelling Down. Indikator-indikator teknikal menunjukkan fase akhir pola bearish (minor).

Rabu, 06 November 2013

Hari Ini Euro Rebound Naik Tipis

Berita forex pada perdagangan sesi Asia hari ini nilai tukar euro terpantau mengalami pergerakan yang cenderung sideways dan masih terbatas terhadap dollar AS (06/11). Euro tampaknya masih terpaku pada pola melemah terhadap dollar menjelang rilis beberapa data dari kawasan euro, termasuk data penjualan eceran di kawasan euro juga data PMI jasa final di Spanyol, Italia dan seluruh kawasan euro. Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan kondisi yang kurang baik dibandingkan rilis sebelumnya.

Data penjualan eceran kawasan euro akan menjadi fokus pada pelaku pasar hari ini. Diperkirakan penjualan eceran untuk bulan September lalu akan menunjukkan penurunan sebesar 0.3 persen dibandingkan dengan bulan Agustus sebelumnya. Penjualan eceran di bulan Agustus mengalami kenaikan sebesar 0.7 persen dibandingkan dengan Juli.

Setelah pada perdagangan kemarin bergerak turun , Euro pada hari ini (Rabu, 6 November 2013, 03:09:54 GMT) menguat terhadap mata uang utama lainnya. Dibuka pada 132.74 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah naik sekitar 9 pips atau sekitar 0.07 % dan nilai bergulir tampak berada pada kisaran 132.83.

German Bundesbank (bank sentral Jerman) dijadwalkan akan mengumumkan data terakhir kinerja produksi. Sejumlah ekonom mengharapkan adanya sinyal positif bagi pasar spot forex, dari data yang akan diriis tersebut.

Indikator fundamental ekonomi German Factory Orders m/m diduga akan menunjukkan kinerja yang menggembirakan dan diperkirakan naik ke angka 0.6% dari nilai periode lalu yaitu -0.3%. Euro terpantau bergerak menguat merespon dini perkembangan ini.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal mata uang Euro pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 132.26 dan level resistance pada kisaran 133.26.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang , mata uang Euro berada pola Rising Wedges ditinjau dalam rentang perdagangan di tahun ini (YTD). Indikator-indikator teknikal menunjukkan momentum dan volatilitas yang stabil berada pada fase pertengahan bullish lemah

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa kurs Euro berada pada pola Channelling Down break down. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan momentum dan memasuki fase akhir bullish (minor) .

Selasa, 29 Oktober 2013

Forex Harian Pound, Daya Angkat Mulai Surut

Berita forex mengenai kurs Pound sterling Inggris kemarin melemah setelah dibuka di 1.6183 di awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah turun sekitar -33 pips atau sekitar -0.20 %. Nilai bergulir tampak berada pada 1.6150.

Sentimen negatif terhadap kurs Pound sterling Inggris nampak menguat setelah Confederation of British Industry (CBI) mengumumkan kepada publik bahwa terjadi penurunan kinerja pada perdagangan domestik di Inggris dengan sangat tajam.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya pelemahan pada indikator fundamental ekonomi CBI Realized Sales yang melemah 2 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 34. Penurunan tersebut menunjukkan performa yang lebih buruk dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan turun ke angka 33.

Sementara itu Poundsterling Inggris pada hari ini (Selasa, 29 Oktober 2013, 04:02:52 GMT) nampak melemah terhadap mata uang utama Yen Jepang. Dibuka pada 157.62 di awal perdagangan (00.00 GMT), pada cross rate GBPJPY mata uang tersebut telah melemah sekitar -74 pips atau sekitar -0.46 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 156.88.

Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak negatif menjelang pengumuman Bank of England (BOE) mengenai perkembangan terakhir di sektor moneter, Sejumlah ekonom berekspektasi akan adanya perkembangan yang kurang begitu baik pada sektor ini.

Indikator fundamental ekonomi M4 Money Supply m/m diperkirakan akan menandai kondisi melambat dan diduga dapat turun ke angka 0.6% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.7%. Poundsterling Inggris terpantau bergerak terdepresiasi merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal Sterling-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 157.04 dan level resistance pada kisaran 158.22.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair GBPJPY ini berada pada Channeling Up ditinjau sejak pertengahan tahun lalu. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase akhir fase konsolidasi

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair GBPJPY ini berada pada pola break down dari Rising Wedges. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan nampak berada pada fase akhir pola bullish.

Senin, 21 Oktober 2013

Hari Ini Mata Uang Pounds Unggul dalam Cross Rate

Kabar forex pada perdagangan di Asia minggu lalu nilai tukar poundsterling Inggris tampak mengalami koreksi terbatas terhadap dollar AS. Mata uang Inggris ini kemarin sempat mengalami kenaikan tajam yang merupakan kenaikan harian terbesar dalam empat minggu belakangan. Rilis data ekonomi dari Inggris yang berupa penjualan eceran di bulan September menunjukkan kenaikan yang lebih baik dari prediksi analis. Kondisi ini membuat keyakinan terhadap poundsterling meningkat.

Poundsterling kemarin mengalami kenaikan terhadap 16 rival utamanya di tengah sinyal bahwa momentum pemulihan ekonomi Inggris berlangsung dengan solid. Penjualan eceran di Inggris pada bulan September lalu mengalami peningkatan sebesar 0.6 persen dibandingkan dengan bulan Agustus. Kenaikan penjualan eceran ini berada di atas ekspektasi yang hanya sebesar 0.4 persen.

Sementara itu pada pergerakan forex sesi Asia hari ini (Senin, 21 Oktober 2013, 04:58:32 GMT), Poundsterling Inggris secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap Yen Jepang setelah dibuka pada 158.19 di awal perdagangan (00.00 GMT).

Pada perdagangan valas cross rate GBPJPY mata uang tersebut telah menguat sekitar + 14. pips atau sekitar + 0.08 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 158.33.

Menjelang laporan dari Office for National Statistics (kantor statistik Inggris) yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai sektor fiskal, Pound melanjutkan kenaikan terhadap rivalnya, Yen Jepang. Hal ini terkait dengan ekspektasi sejumla ekonom bahwa kinerja fiskal Inggris dapat menunjukkan kinerja yang cukup baik.

Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator Public Sector Net Borrowing dapat menunjukkan kinerja yang menguntungkan dan diharapkan mengalami penurunan ke angka 10.4B dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 11.5B. Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak terapresiasi merespon dini perkembangan tersebut.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal Cross rate Sterling-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 157.22 dan level resistance pada kisaran 158.84.

Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, pair GBPJPY ini berada pada Channeling Down ditinjau sejak pertengahan tahun lalu. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum dan memasuki fase akhir fase konsolidasi

Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa pair GBPJPY ini berada pada pola Rising Wedges. Indikator-indikator teknikal menunjukkan adanya kenaikan momentum dan nampak berada pada fase tengah pola bullish.